Kehidupanku Setelah Tsunami di Banda Aceh

Kehidupanku Setelah Tsunami di Banda Aceh - Kembali ke Banda Aceh, pastinya saya sangat terkejut dengan situasinya, karena semenjak kejadian Tsunami tanggal 26 Desember 2014 sampai 3 bulan setelah itu, saya baru kembali ke tempat ini dan baru melihat bagaimana kerusakan akibat peristiwa itu, sampai-sampai yang katanya mayat berserakan dimana-mana saya juga tidak melihatnya.

Ketika baru sampai di Simpang Dodik, saya melihat sangat banyak bangunan yang telah rata dengan tanah, dan melihat laut itu sangat dekat dengan rumah saya. Bahkan dari rumah saya bisa melihat bagaimana Laut. Sampailah saya di Rumah, melihat rumah ada bekas lumpur yang hitam di bagian lantai, dan terlihat batas air laut ketika itu, cukup dahsyat kejadian tersebut, tetapi sebelum ini saya juga sudah sering melihat ketika di kampung tayangan-tayangan berita atau kaset yang memperlihatkan kedahsyatan Tsunami, tetapi baru tahu kalau di rumah saya itu airnya setinggi 2,5 meter, hampir sampai ke Plafon.

Bayangin saja jika ketika itu ada orang dalam rumah, pastinya sangat sulit untuk menyelamatkan diri kecuali memiliki rumah 2 Tingkat, dan itu juga masih ada resiko rumahnya dibawa air, Karena saya melihat lumayan banyak juga rumah yang sudah rata denga tanah. Dan Alhamdulillah rumah saya masih di Lindungi.

Ketika di Banda Aceh, dan saya bertemu dengan teman saya, Edi namanya.. dia sudah lama sepertinya balik dan tinggal di rumah, dia mengajak saya untuk cari benda yang bisa di jual, karena puing bekas Tsunami itu sangat bermanfaat, rata-rata bisa dijual dan memang di dekat rumah ada tempat untuk menjualnya. Pertama mencoba dapat Kuningan, lumayan kuningan kalau di jual itu per kilogramnya bisa belasan ribu, lupa juga berapa belas ribu. Yang jelas harganya mahal. Selain kuningan bisa juga cari besi, Aluminium, atom atau plastik, dan masih banyak lagi.. setiap hari kami jalan-jalan keliling kampung mencari barang-barang tersebut, dan Alhamdulillah ketika pulang bisa bawa pulang sedikit uang untuk jajan.

Setelah beberapa hari, saya pun kembali masuk sekolah yaitu di SD Bhayangkari. Uniknya proses belajar mengajar sudah berlangsung walaupun kelas saya dindingnya sudah Jebol akibat terjangan Tsunami. Alhamdulillah juga sudah bisa ditempati, karena kata kawan saya sebelumnya SD Bhayangkari ngungsi kalau ngga salah ke SD 51 di ketapang. Ketika baru masuk kelas saya langsung dapat kawan baru namanya Iin Setiawan, dipanggil Iin. Dia itu sebelumnya Tinggal di Lhoong, tetapi karena Orang Tuanya yaitu Ayah dan Ibunya Telah meninggal akibat Tsunami, maka dia sekarang tinggal di rumah pamannya, dia selamat bersama abangnya.

Selain bertemu iin yang murid baru di SD tersebut, teman lama juga masih ada, senang juga karena berjumpa lagi setelah lama berpisah, juga dengan guru-guru yang selalu senantiasa memberikan ilmunya tanpa mengharap imbalan, jadi ketika sekolah kembali rasanya sangat berbeda, meninggalkan sekolah saya di kampung dan masuk ke SD lama tempat saya sekolah sebelum Tsunami dulu.

Pengalaman ketika SD setelah Tsunami, adik saya TK ketika itu, dan setelah Tsunami mainan di TK di baru-baru semuanya, jadi karena sering jagain adik jika ada libur sekolah, saya tidak sendiri, tetapi bersama si Disa, teman saya yang juga nungguin adiknya. Saya sering di Usir ketika naik Pelosotan baru dari semen yang ada di situ.. hehe, diusir ama ibu Ratna, yang pernah saya ceritakan ketika di TK.. hehe, sampai sekarang sangat ingat dengan Momen itu.

Kalau untuk di SD, Yang jelas sangat saya Ingat si Adif, yang selalu dapat Rangking 1 dikelas. Hehe, dia juga masih sangat pintar dan masih selalu dapat ranking 1.

Oh ya, sangat senang juga karena perolehan saya, saya pernah mengalahkan si Adif, dan saya dapat Ranking 1. Lupa kelas berapa, kalau bukan kelas 4 akhir, maka kelas 5 sepertinya, sangat bangga bisa mengalahkan murid terpandai di kelas ketika itu.

Di Akhir bersekolah di SD, sangat beruntung letting kami ketika itu, karena tahun kami ngga ada UN atau Ujian Nasional dan kata Guru Tahun depan SD sudah ada Ujian Nasional seperti SMP dan SMA. Jadi sekarang sudah terpikir nanti taman SD mau masuk SMP mana ya? Saya sangat bingung karena memang sangat minim informasi yang saya dapatkan dari guru atau siapapun tentang SMP nanti setelah lulus SD.
Tetapi saya tetap belajar sebagaimana semestinya, dan Asik juga ketika akhir SD ada ujian praktek gitu di aula pula ujiannya, semua rang menyaksikan kita ketika ujian, kenapa demikian ujian? Entah juga, saya kurang tahu juga.. mungkin tergantung bagaimana sekolah membuatnya. Saya teringat ada Ujian Pidato juga ketika itu, oww.. lumayan malu juga pidato di depan orang ramai.. karena memang Aulanya itu lumayan Luas.

Setelah Ujian praktek selesai dan ujian sekolah pun selesai, saya pun bergegas untuk Sunat.. karena waktunya sangat cocok untuk dijadikan tempat untuk Sunat, dan Alhamdulillah Sunat berjalan lancer walaupun memang ketika habis biusnya itu lumayan sakit.. sangat ingat saya saat-saat itu, bahkan kata orang ketika disuntik itu sakit Banget tetapi saya tidak merasakan sakit ketika di Suntik, tetapi ketika habis bius,, ohhhh sangat menyiksa, apalagi ketika buka Perban , aduh.. lengket perbannya, dan harus dibuka sedikit demi sedikit agar tidak sakit.

Setelah Sembuh dari sunat, dan Pengumuman SD keluar Alhamdulillah saya sudah lulus SD dan bergegas untuk menyiapkan semua peralatan dan persiapan untuk mendaftar di SMP. Saya terima saja apa kata orang tua saya masuk SMP yang mana, dan Pastinya yang ada Rayon dari SD Bhayangkari. Selesai deh ceritaku di SD, semoga dapat bermanfaat serta memberikan hikmah untuk saya dan semua yang membaca.




Related Post:

1 komentar:

wah, keren artikelnya gan.
jangan lupa mampir ke http://adeputra-pkp.blogspot.com

Post a Comment

 

Copyright 2012 - Infozalen | Design by Infozalen